Seorang laki-laki yang sudah memenuhi syarat untuk
menikah dan siap secara lahir dan batin, diharapkan segera untuk menikah. Namun
dalam hal ini, hendaknya para laki-laki dapat memilih wanita terbaik yang akan
ia jadikan istri dan juga ibu bagi anak-anaknya kelak.
![]() |
| Ilustrasi |
Dalam Ihya’ Ulumiddin bab Adab Nikah, Imam Al
Ghazali memberikan nasehat kepada laki-laki muslim agar tidak menikahi enam
tipe wanita, yaitu : Al Annanah, Al Mananah, Al Hananah, Al Haddaqah, Al
Barraqah, Dan Asy Syaddaqah.
Al Annanah
Al Annanah adalah wanita yang suka mengeluh dan
mengadu.
Menikahi wanita tipe ini membuat suami sulit mencapai
sakinah dalam keluarga. Sebab suka mengeluh tidak mendatangkan solusi apapun. Ia
justru bisa menguras emosi suami. Sedangkan mengadu sering merusak hubungan
baik dengan sesama, baik kerabat maupun sahabat. Apalagi jika yang suka
diadukan istri adalah orang tua suami.
Al Mananah
Al Mananah adalah wanita yang suka mengungkit-ungkit
kebaikan dan jasanya.
Menikahi wanita tipe ini membuat seorang laki-laki
terhambat menjalankan perannya sebagai pemimpin keluarga. Jika ia berbeda
pendapat dengan istrinya, sang istri mengungkit kebaikan dan jasanya. Apalagi
jika secara ekonomi sang suami “lebih rendah” dari istrinya.
Selain itu, mengungkit kebaikan berbahaya bagi kehidupan
akhirat keluarga. Setiap keluarga muslim pasti menginginkan bisa masuk surga
bersama-sama. Namun, perilaku mengungkit kebaikan mengancam terhapusnya pahala
kebaikan tersebut. Jika pahala-pahala kebaikan terhapus, lalu apa bekal untuk
masuk surga?
Al Hananah
Al Hananah adalah wanita yang suka menceritakan dan
membanggakan orang di masa lalu.
Jika ia janda, ia membangga-banggakan mantan
suaminya. Jika ia belum pernah menikah sebelumnya, mungkin ia
membangga-banggakan ayahnya dan membandingkan dengan suaminya. Atau mungkin
membangga-banggakan saudaranya atau temannya di hadapan suami.
Lebih parah lagi, kalau ternyata ia pernah pacaran
sebelum menikah dan membangga-banggakan pacarnya di hadapan suami.
Al Haddaqah
Al Haddaqah adalah wanita yang keinginan belanjanya
besar, mudah tertarik suatu barang atau produk, dan suka meminta suami
membelikan. Pendek kata, boros dan konsumtif.
Jika wanita-wanita tipe sebelumnya menguras emosi
suami, wanita tipe ini menguras kantong suami. Meskipun suaminya orang yang
kaya, boros tetap tidak baik dan tidak disukai agama.
Apalagi jika suaminya pas-pasan atau miskin. Betapa
banyak suami yang akhirnya terperosok ke jalan haram gara-gara permintaan istri
yang berlebihan.
Al Barraqah
Imam Al Ghazali menjelaskan bahwa ada dua makna al
Barraqah.
Pertama,
ia adalah tipe wanita yang suka berhias sepanjang hari. Meskipun demi tampil
menawan di hadapan suami, berhias sepanjang hari termasuk sikap berlebihan.
Berlebihan dalam belanja kosmetik dan berlebihan
dalam pemanfaatan waktu yang mengabaikan kewajiban-kewajiban lainnya. Apalagi
jika niatnya bukan untuk suami.
Kedua,
wanita yang tidak mau makan dan suka mengurung diri sendirian.
Dengan kata lain, ia tipe penyedih. Bagaimana
keluarga bisa sakinah mawaddah wa rahmah kalau sang istri suka berbuat
demikian?
Asy Syaddaqah
Asy Syaddaqah adalah tipe wanita yang suka nyinyir
dan banyak bicara.
Hampir setiap hal dikomentari dan komentarnya
bukanlah komentar yang bermanfaat. Ada hal yang wajar saja dikomentari negatif
apalagi jika ada kesalahan.
Menikahi wanita tipe ini, sulit bagi suami menemukan
kedamaian karena semua sikapnya akan menjadi sasaran komentar nyinyir sang
istri.
Itulah 6 tipe wanita yang sebaiknya tidak dijadikan
istri atau pendamping hidup menurut Imam Ghazali. Semua itu demi kebaikan dan ketentraman rumah
tangga dan keluarga kelak. Bukankah tujuan menikah adalah untuk ibadah? Oleh sebab
itu, dalam memilih istri, sebaiknya yang dinilai pertama kali adalah akhlaknya. Semoga dengan
begitu, akan terbina suatu rumah tangga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Amiin Yaa
Rabbal Alamiin.








ConversionConversion EmoticonEmoticon